
Tentu pemikiran tersebut memang logis dan tidak mustahil, namun hanya jika dilakukan dengan langkah yang benar dan perencanaan yang matang. Jika Anda adalah seorang pemula yang belum pernah melakukan import barang sebelumnya, ada banyak informasi yang harus Anda pelajari terlebih dahulu. Berikut panduan lengkapnya.
1. Pelajari Produk Anda
Saat akan melakukan import barang, hal pertama dan terpenting yang harus Anda lakukan adalah mempelajari produk yang Anda pilih.
Niche: Mengetahui niche produk dapat membantu Anda memperkirakan harga jual dan melihat seberapa tinggi permintaan pasarnya. Titik awal yang paling baik untuk menentukan niche yang tepat adalah dengan memilih jenis produk yang sesuai dengan minat dan hobi Anda.
Kompetitor: Memilih barang yang banyak dicari di pasaran memang tampaknya akan mendatangkan lebih banyak keuntungan. Namun pahami juga bahwa semakin banyak dicari, maka akan semakin banyak pula kompetitornya. Kecuali Anda sudah memiliki konsumen loyal, sebaiknya carilah jenis barang yang memiliki sedikit kompetitor.
Ukuran: Jika Anda memiliki anggaran yang terbatas, pilihlah jenis produk dengan ukuran kecil karena ini membantu untuk mengurangi biaya pengiriman secara signifikan.
2. Temukan Supplier
Salah satu cara termudah menemukan supplier adalah melalui marketplace online seperti Alibaba, JD.com, Taobao, Aliexpress, dan lain sebagainya. Berikut beberapa hal yang harus Anda ketahui saat mencari supplier.
Latar Belakang: Mengecek latar belakang supplier membantu Anda untuk lebih mudah menghindari penipuan. Beberapa hal yang harus Anda periksa di antaranya mencakup reputasi, lokasi operasi, cakupan bisnis, serta profile perusahaan.
MOQ: MOQ adalah singkatan dari Minimal Order Quantity, yaitu jumlah minimum barang yang harus Anda beli dalam satu kali transaksi. Semakin banyak barang yang Anda beli, biasanya akan semakin murah pula harga per unitnya.
Sampel Produk: Sebelum menyepakati pembelian, sangat disarankan bagi Anda untuk membeli sampel produk terlebih dahulu guna memastikan kualitasnya.
Waktu Produksi: Jika Anda menjadi langganan tetap, ada baiknya untuk menanyakan waktu produksi yang dibutuhkan untuk membantu Anda memperkirakan kapan harus memesan produk kembali sebelum stok di gudang habis.
3. Tentukan Metode Pengiriman
Umumnya, ada dua metode pengiriman yang paling banyak digunakan saat mengimport barang
Angkutan Udara: Angkutan udara cocok untuk jenis pengiriman kargo dengan volume sedang. Kelebihan utama yang ditawarkan oleh metode ini adalah waktu pengiriman yang lebih singkat, sehingga merupakan pilihan yang baik jika Anda membutuhkannya dalam waktu cepat.
Angkutan Laut: Angkutan laut menyediakan dua jenis pengiriman, yaitu FCL (Full Container Load) dan LCL (Less than Container Load). FCL mewajibkan Anda untuk menyewa satu kontainer penuh sehingga lebih cocok untuk jenis kargo dengan volume besar. Sementara LCL memperbolehkan Anda untuk berbagi kontainer dengan pengirim lainnya, sehingga metode ini memungkinkan jumlah pengiriman yang lebih kecil dengan biaya ekonomis.
4. Kalkulasikan Anggaran
Setelah mempelajari langkah-langkah penting di atas, hal yang selanjutnya harus Anda lakukan adalah memperkirakan berapa anggaran yang Anda butuhkan.
Produk: Untuk menghitung modal, hitunglah harga produk berdasarkan MOQ yang berlaku. Namun untuk menentukan keuntungan, hitung berdasarkan harga per unitnya.
Transportasi: Biaya pengiriman bisa bervariasi tergantung metode dan angkutan yang Anda gunakan.
Baca juga : SPECIALIST JASA DOOR TO DOOR
JASA IMPORT MURAH ASIA DAN EROPA
Info lebih lanjut Hub
Bustami Arifin (Mr)
Email :bustamiums72@gmail.com
Email :bustamiums72@gmail.com
Telp + (62-21 ) 690 3230
Fax : + (62-21 ) 690 3330
Fax : + (62-21 ) 690 3330
Tidak ada komentar:
Posting Komentar